Selamat Datang di Website Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Bengkalis, Visi : "Terwujudnya Pelayanan Perizinan dan Nonperizinan Terbaik serta Peningkatan Investasi Tahun 2021".
 

SEKTOR PERTANIAN DAN PERKEBUNAN

LOKASI : KECAMATAN BANTAN, BENGKALIS, BUKIT BATU, MANDAU DAN PINGGIR
KLASIFIKASI PROYEK : SEKTOR PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
PENANGGUNGJAWAB : DINAS PERTANIAN
PEMILIK PROYEK : PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS

A. URAIAN PROYEK

1. Umum

Kabupaten Bengkalis merupakan salah satu daerah di Provinsi Riau yang menjadi sentra produksi buah naga (Hylocereus undatus). Sentra produksi buah naga di daerah ini terdapat di Kecamatan Bantan dan Bengkalis.

Pengembangan tanaman buah naga di Kabupaten Bengkalis dimulai sejak tahun 2004 dengan lokasi di Desa Jangkang (Kecamatan Bantan). Lahan yang digunakan merupakan lahan hutan belukar yang dibeli petani untuk dijadikan lahan budidaya tanaman buah naga. Kemudian, dari Desa Jangkang ini budidaya tanaman buah naga ini berkembang ke Kecamatan Bengkalis.

Berdasarkan agroklimat dan tingkat kesesuaian lahan yang letaknya tidak jauh dari pinggir laut, Kabupaten Bengkalis sangat cocok dan berpotensi untuk pengembangan budidaya tanaman buah naga.

Dalam hal potensi sumber daya alam, Kabupaten Bengkalis memiliki berbagai macam komoditas yang berlimpah dengan nilai ekonomis tinggi, terutama yang berasal dari sektor perkebunan. Komoditas yang dimaksud antara lain kelapa sawit, karet dan nenas.

2. Kondisi Eksisting

- Buah Naga

Areal tanaman buah naga saat ini di Kabupaten Bengkalis seluas 11 Ha, dengan lokasi pengembangan Kecamatan Bantan 7 Ha dan Kecamatan Bengkalis 4 Ha. Lahan untuk pengembangan budidaya tanaman buah naga ini di Kabupaten Bengkalis seluas 130 Ha, dengan lokasi pengembangan Kecamatan Bantan 35 Ha, Kecamatan Bengkalis : 45 Ha, Kecamatan Bukit Batu 25 Ha, Kecamatan Rupat 25 Ha

Jenis varietas buah naga yang saat ini dikembangkan adalah jenis buah naga daging merah (super red).

Pemasaran hasil produksi tidak mengalami kendala dan permintaan pasar, termasuk dari luar Kabupaten Bengkalis sangat banyak. Kedepan, pengembangan budidaya tanaman buah naga di Kabupaten Bengkalis untuk varietas buah naga kuning karena, selain masih langkah dan harganya lebih mahal, rasanya lebih manis.

- Kelapa Sawit

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkalis Tahun 2015, luas areal tanaman kelapa sawit di daerah ini 145.246 Ha yang tersebar di seluruh kecamatan dengan produksi :

  • Bukit Batu : 7.281,0 Ha
  • Mandau : 51.682,0 Ha
  • Pinggir : 65.073,0 Ha
  • Rupat : 3.338,0 Ha
  • Rupat Utara : 753,0 Ha
  • Siak Kecil : 12.352,0 Ha
  • Bengkalis : 396,0 Ha
  • Bantan : 4.371,0 Ha

Rata-rata satuan biaya pembangunan kebun sawit sebagaimana standar satuan biaya kebun program revitalisasi perkebunan sesuai SK Direktur Jenderal Perkebunan No. 135/Kpts/RC.110/10/2008 sebesar Rp. 37.711.000/Ha.

Saat ini ada perusahaan besar membuka perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Pinggir, Mandau, Rupat, Bukit Batu dan Bengkalis dengan luas areal sekitar 43.191,51 Ha.

- Karet

  • Berdasarkan data Tahun 2015, luas area tanaman karet di daerah ini, baik itu yang berasal dari perkebunan rakyat maupun perusahaan perkebunan sebanyak 30.669,5 Ha yang tersebar di seluruh kecamatan dengan produksi 45.672,6 Ton. Hal ini merupakan potensi bagi pengembangan industri hilir karet.
  • Meskipun produksi karet di Kabupaten Bengkalis besar, namun saat ini pengembangan industri hilir karet dalam menopang perkembangan agroindustri belum ada. Produk yang dihasilkan hanya sebatas getah alam (natural rubber), sehingga nilai tambah yang didapat dari hasil perkebunan ini belum optimal.
  • - Nenas

    Luas panen tanaman nenas di Kabupaten Bengkalis tahun 2015, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bengkalis, sebanyak 191,48 Ha. Dari luas panen tersebut, sebanyak 186,56 Ha berada di Kecamatan Rupat dan Bengkalis, dengan rincian 50.96 Ha di Kecamatan Rupat dan 135,60 Ha di kecamatan Bengkalis.Sedangkan sisanya dihasilkan 6 kecamatan lainnya.

    Adapun produk olahan nenas yang dihasilkan diantaranya dodol nenas dan selai nenas yang menjadi salah satu makanan khas bengkalis yang pemasarannya tidak hanya didalam wilayah Kabupaten Bengkalis, tetapi juga ke daerah lain. Industri untuk produk olahan nenas lainnya yang memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, seperti nenas kacang, belum ada. Padahal pemasaran untuk berbagai produk olahan nenas yang lain masih cukup besar.

    PERAN PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS

    Sesuai peraturan perundangan-undangan Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan memberikan berbagai kemudahan kepada para investor, berupa:

    • - Penyediaan sarana dan prasarana pendukung
    • - Memberikan jaminan jaminan keamanan investasi
    • - Percepatan pemberian perizinan

    Peraturan Daerah

    1. Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 11 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bengkalis Tahun 2016-2021.

    Lisensi

  • 1. Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis
  • 2. Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis
 
DATA TERKAIT :
     
    Perizinan Sektor Pertanahan

    Link Website